BANYUWANGI — Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) resmi ditarik setelah melaksanakan pengabdian selama 30 hari di Desa Kemiren. Kegiatan yang mengusung tema pemberdayaan masjid tersebut ditutup dengan seremoni sederhana namun khidmat, ditandai dengan penyerahan cinderamata kepada pihak desa. Penarikan ini dilaksanakan pada, Kamis (26/2/26) di desa Kemiren.
Mahasiswa PMI fokuskan program pada optimalisasi fungsi masjid, tidak hanya sebagai ruang ibadah, tapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Selama satu bulan, berbagai kegiatan edukatif, keagamaan, dan sosial digelar dengan melibatkan warga setempat.
Acara penarikan mahasiswa dihadiri oleh: Dekan Fakultas Dakwah, Ainur Rofiq, M.Sos.; Ketua Program Studi PMI, Muhammad Sahlan, S.Sos. M.A.; Ka.TU Fakultas Dakwah, Hikmatul Choiriyah, S.Pd., Dosen Pembimbing Lapangan Syamsul Arifin, M.Si. dan Dr. Hj. Emy Hidayati, S.Pd., M.Si.; juga Sekretaris Panitia Atho’ilah Aly Najamudin, S.Sos., M.A.
Dekan Fakultas Dakwah, Ainur Rofiq, M.Sos., dalam sambutannya sampaikan permohonan maaf kepada pemerintah desa dan masyarakat karena waktu pelaksanaan PPL yang terbatas. Meski demikian, beliau menegaskan bahwa keterbatasan durasi tidak mengurangi esensi pengabdian yang telah dilakukan mahasiswa.
“Kami mohon maaf apabila selama 30 hari ini masih terdapat kekurangan. Waktu yang singkat tentu belum mampu menjangkau seluruh potensi yang ada. Namun kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan dan dukungan penuh dari masyarakat Desa Kemiren,” ujarnya.
Sementara itu, Syamsul Arifin, M.Si., selaku DPL menilai kegiatan PPL tersebut sebagai langkah positif dalam membangun sensitivitas sosial mahasiswa. Menurutnya, program pemberdayaan masjid merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan tridharma perguruan tinggi.
“Kegiatan ini sangat positif karena menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Saya berharap meskipun secara formal mereka telah purna PPL, mahasiswa tetap tidak melupakan Desa Kemiren sebagai ruang belajar dan tempat bertumbuh,” tuturnya saat diwawancarai.
Apresiasi juga datang dari pihak Desa Kemiren. Perwakilan desa sampaikan rasa salut atas inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan gebrakan baru dalam pengelolaan masjid.
“Kami bangga karena mahasiswa tidak hanya menjadikan masjid sebagai ruang spiritual semata, tetapi juga berupaya memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan pemberdayaan,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa PMI menyerahkan cinderamata kepada pihak desa sebagai simbol kenang-kenangan dan bentuk terima kasih atas kerja sama yang terjalin selama pelaksanaan PPL.
Melalui program ini, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa terus terbangun, serta masjid dapat semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan umat yang berkelanjutan.














