STRATEGI PRODI
NoTujuanStrategiSasaran
1Terselenggaranya Pendidikan dan pembelajaran baik teori maupun praktik dengan muatan kurikulum yang berorientasi pada bidang teknologi pembelajaran Pengembangan masyarakat Islamberlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah berjiwa sosiopreneurshipMelaksanakan Workshop Peninjauan kurikulum Program Studi sarjana pengembangan masyarakat Islam berbasis KKNI-MBKM-OBEDokumen kurikulum Program Studi sarjana Tadris Matematika berbasis KKNI-MBKM
Sosialisasi Dokumen kurikulum Program Studi Pengembangan masyarakat Islam berbasis Merdeka Belajar kampus Merdeka (MBKM) berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional), Kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Adanya panduan kurikulum yang bisa diajadikan pedoman oleh seluruh civitas akademika program studi pengembangan masyarakat Islam
2Terjalinnya kerjasama dengan lembaga baik dalam maupun luar negeri dalam bidang teknologi pembelajaran Pengembangan masyarakat Islam berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah berjiwa sosiopreneurshipIdentifikasi Lembaga dalam negeri dalam bidang teknologi Pengembangan masyarakat IslamTeridentifikasinya 10 lembaga dalam negeri dalam Pengembangan masyarakat Islam
Identifikasi Lembaga Luar negeri dalam bidang teknologi pembelajaran Pengembangan masyarakat IslamTeridentifikasinya 5 lembaga luar negeri dalam bidang teknologi pembelajaran Pengembangan masyarakat Islam
3Berkembangnya Good Study Program Governance (GSPG) berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah berjiwa sosiopreneurship  Penguatan Tata Kelola Program Studi yang Transparan dan Akuntabel             Integrasi Nilai-Nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah dalam Kurikulum dan Pembelajaran         Pengembangan Kepemimpinan Program Studi yang Profesional dan Berkarakter ASWAJA           Peningkatan Kompetensi Dosen dan Mahasiswa dalam Sosiopreneurship             Penguatan Kemitraan dengan Dunia Usaha dan Lembaga Sosial Berbasis SosiopreneurshipTersedianya kebijakan dan SOP berbasis prinsip Good Study Program Governance (GSPG).Peningkatan sistem manajemen berbasis digital untuk transparansi keuangan dan administrasi.   Terwujudnya kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai ASWAJA dalam setiap mata kuliah.Terselenggaranya kajian rutin keislaman berbasis ASWAJA bagi dosen dan mahasiswa.   Meningkatnya kompetensi ketua program studi dan tenaga kependidikan melalui pelatihan berkala.Terbentuknya sistem rekrutmen dan evaluasi berbasis kompetensi dan nilai-nilai ASWAJA.   Terselenggaranya pelatihan sosiopreneur bagi dosen dan mahasiswa. Meningkatnya jumlah proyek kewirausahaan sosial berbasis akademik di program studi.   Terjalinnya kerja sama dengan pesantren, komunitas sosial, dan dunia usaha berbasis sosiopreneur.Adanya program magang dan penelitian terapan dalam bidang kewirausahaan sosial..