MUNAQASYAH DUA HARI, PMI UNIIB BEDAH 11 SKRIPSI CALON SARJANA

BANYUWANGI – Sebanyak 11 mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi (UNIIB) mengikuti Sidang Munaqasyah Skripsi yang diselenggarakan pada Kamis dan Jumat (16-17/7/2026) di ruang A1 dan A3 UNIIB. Ujian ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah disusun selama masa studi sekaligus menguji kapasitas akademik, analisis, dan kontribusi keilmuan mereka terhadap pengembangan masyarakat.

Pelaksanaan Munaqasyah menghadirkan dosen pembimbing dan dosen penguji yang berkompeten di bidangnya. 11 mahasiswa sebagai peserta mempresentasikan hasil riset yang mengangkat berbagai persoalan di tengah Masyarakat.

RESMI: Foto Kurnia Cahya Samanhudi, Kepala Desa Balak (Kecamatan Songgon) usai Sidang Munaqasyah.

Kepala Desa Balak (Kecamatan Songgon), Kurnia Cahya Samanhudi, menjadi salah satu peserta Sidang Munaqasyah Skripsi, yang mengaku pengalamannya mengikuti sidang skripsi menjadi momen istimewa dalam perjalanan hidupnya. Ia mengungkapkan bahwa hal ini merupakan pengalaman pertama mengikuti sidang skripsi di usianya saat ini. Menurutnya, proses akademik yang dijalani di UNIIB memberikan pengalaman dan wawasan baru yang sangat berarti.

“Ini memang pengalaman pertama bagi saya, apalagi di usia saya sekarang baru mengikuti ujian skripsi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk terus belajar,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kualitas Pendidikan di UNIIB. Bahkan, menurutnya, sekitar 75% perangkat Desa Balak saat ini menempuh pendidikan di Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi,

“Perlu diketahui, hampir 75% perangkat Desa Balak kuliah di sini. Kesan kami terhadap UNIIB sangat baik. Dosen-dosennya berkualitas dan proses akademiknya juga sangat baik. Kami berharap program peningkatan kapasitas perangkat desa seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak perangkat desa yang dapat meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan di UNIIB,” imbuhnya.

Pelaksanaan Munaqasyah yang berlangsung selama dua hari ini menjadi cerminan komitmen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam UNIIB dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kualitas akademik yang unggul, tetapi juga mampu menghasilkan riset yang kontekstual, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.